Secangkir Koffee Manis   Leave a comment

Kaki langit
Aku memandang hingga jauh, jatuh pada-Mu. Tertutup lembayung hingga pada_Mu. Berpendar bayang menyatu padaMu, dan kukumpulkan segala kekerdilan hingga besar padaMu. Kupandang jauh dan kurasa dekat, sesuatu yang hilang dan kutemukan. Mencoba jadi diri, mencari arti hidup, jauh di kaki langit, dekat di sanubari. Memandang jauh untuk mengerti arti dekat. Di kaki langi, dalam samar warna kumngerti warna aslinya: Tuhan lah segala Pencipta

Kopi Pahit
Disuguhkan kopi tuang demi tuang. Aroma demi aroma. Dihirup dan direguknya, dengan segala hasrat. Tanpa gula, sudah manis karena cinta!

Hasrat
Mungkin aku memendarkan rindu, mengunci benci dalam diam. Dan membiarkan mengikuti sungai, bermuara di laut. Dikayuh oleh ombak, disinggahkan pada pulau kesepian. Mungkin aku lepaskan temali dan berlari dalam perih, mencari luka yang kusembunyikan, hingga lelah!. Sampaikah hasratku pada langit tinggi, sedang jiwa tak pernah terbang?

Posted November 17, 2011 by saidkelana in Seko-Nyong

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.